PENDIDIKAN

Minggu, 12 Oktober 2014

Penting Menulis


Pentingnya Belajar Menulis
Oleh: Aep Purnama

IMG_0192.JPG 
Judul : Creative Writing (menulis Kreatif Puisi, Prosa Fiksi, dan Prosa Non-Fiksi) Penulis :
Abdul Wachid B.S., dkk.
 Penerbit : STAIN Press, Purwokerto
Cetakan : 2, 2013
Tebal : xxvi + 492 halaman



            Dalam kehidupan ini, setiap orang tidak akan pernah luput dari yang namanya tulisan, seperti halnya anak sekolah. Mulai dari TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, yang disebut sebagai siswa, dan sampai sekolah tingkat tinggi yang disebut Mahasiswa.
            Dari kecil kita sudah di didik dan di ajarkan belajar menulis, baik oleh orang tua ataupun guru di sekolah. Karena apa? Ya, karena menulis itu sangat penting tanpa kita belajar menulis maka peradaban manusia tidak akan maju, mungkin juga tanpa tulisan manusia tidak akan bisa mengetahui nama-nama suatu benda yang disekelilingnya, dan tanpa belajar menulis, manusia tidak akan bisa merangkai kata menjadi kalimat yang baik dan benar.
            Oleh karena itu, maka sangat diharuskan sekali dan sangat dianjurkan kepada anak-anak dibawah usia dini bahkan hingga dewasa untuk terus dan terus belajar menulis, karena belajar menulis itu sangat penting. Dalam buku ini, Dr. Suwito N.S. menyebutkan bahwa “menulis juga sedekah”. Ya memang benar, karena pada dasarnya orang yang selalu belajar menulis dan terus memperbaiki tulisannya dengan teliti, maka ia akan menjadi seorang penulis yang handal  yang hebat. Apalagi ia sampai bisa menerbitkan karya tulisnya itu, bukan hanya akan berguna dan bermanfaat untuk dirinya sendiri, tetapi akan bermanfaat bagi orang lain atas karyanya itu, karena mereka akan membaca dan mengetahui apa isi pemikiran-pemikirannya dalam karya yang di ciptakannya. Disamping itu, tidak hanya mendapat keuntungan tetapi ia juga telah bersedekah ilmu kepada orang lain yang belum tahu, dengan cara menerbitkan dan mengedarkan karyanya.
            Aktivitas menulis yang sesungguhnya adalah mengabadikan pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang agar tidak terhapus dari ingatan. Kemampuan manusia dalam mengingat sangat terbatas sehingga perlu untuk mengabadikan pandangan-pandangan mengenai kehidupan melalui bahasa tulis. “Melalui menulis, pikiran-pikiran seseorang dapat disebarkan tanpa harus ada kehadiran” begitu kata Derrida. Ya, karena manusia itu tempatnya lupa dan salah, tapi tak selamanya juga manusia terus lupa dan salah. jadi agar sesuatu yang kita alami yang kita dapat dari pengalaman hidup tidak terlupakan dan hilang sia-sia, maka pikiran-pikiran apa yang kita punya dan kita alami yaitu dengan kita menulisnya, maka akan bisa tersimpan dan abadi. Ya, seperti yang tadi dijelaskan diatas, agar pikiran-pikiran yang kita miliki tidak hilang sia-sia maka kita harus menjadikannya suatu karya dalam bentuk apapun yang bisa kita terbitkan dan disebarkan ke dunia luas.
Selain pikiran-pikiran yang kita punya akan abadi juga kita bisa menjadi orang terkenal atas karya-karya yang telah dibuat. Dan bukan itu saja, dari hasil itu kita juga bisa mendapatkan keuntungan yang besar. Bahkan ada orang yang sengaja menjadikan kegiatan menulis sebagai mata pencaharian untuk membekali hidupnya. Yaitu seperti J.K. Rowling, Habiburrahman El Shirazi, dan Andrea Hirata. Itu sah-sah saja dan tidak ada salahnya karena menulis sebagai keterampilan sehingga layak pula ia dihargai dan patut diacungi jempol berkat bisa menulis dengan baik.
Berbicara tentang menulis memang mudah, tapi menulis itu sendiri tidak semudah membicarakannya. Apalagi ingin menjadi seorang penulis yang hebat yang karyanya di sukai banyak orang itu tidaklah mudah. Maka dari itu, kita harus tahu dan mengerti tentang bagaimana teknik menulis dengan baik yaitu dengan cara mempelajarinya.
Penulis menemukan kekurangan yang terdapat dalam penyajian bahasanya yang agaknya ada kata atau kalimat yang sulit untuk dipahami. Bagi pembaca, haruslah untuk lebih aktif dalam memahami kalimat yang mungkin sukar tuk dicerna langsung dan dipahami.
Dan kelebihan dari buku ini yaitu buku ini ditulis oleh para pakar-pakar (ahli pada bidangnya masing-masing, disamping juga mereka adalah para tutor di Sekolah Kepenulisan STAIN Press). Mereka-para penulis di dalam buku ini- telah mendalami dunia tulis-menulis secara spesifik dan mendalam, baik dari pakar sastra, pakar jurnalistik, pakar tulis ilmiah, hingga pakar menulis di internet. Maka itu, untuk para pembaca supaya jangan malas dalam belajar menulis agar bisa menjadi seperti mereka. Dan semoga pembaca bisa menyerap pengalaman-pengalaman mereka terkait dengan dunia tulis-menulis secara mendalam dengan berbagai makna yang menjalar sebagai pengetahuan. Selamat belajar !

Resensi Buku


Pentingnya Belajar Menulis
Oleh : Aep Purnama

IMG_0192.JPG 
Judul : Creative Writing (menulis Kreatif Puisi, Prosa Fiksi, dan Prosa Non-Fiksi) Penulis :
Abdul Wachid B.S., dkk.
 Penerbit : STAIN Press, Purwokerto
Cetakan : 2, 2013
Tebal : xxvi + 492 halaman

              

Dalam kehidupan ini, setiap orang tidak akan pernah luput dari yang namanya tulisan, seperti halnya anak sekolah. Mulai dari TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, yang disebut sebagai siswa, dan sampai sekolah tingkat tinggi yang disebut Mahasiswa.
            Dari kecil kita sudah di didik dan di ajarkan belajar menulis, baik oleh orang tua ataupun guru di sekolah. Karena apa? Ya, karena menulis itu sangat penting tanpa kita belajar menulis maka peradaban manusia tidak akan maju, mungkin juga tanpa tulisan manusia tidak akan bisa mengetahui nama-nama suatu benda yang disekelilingnya, dan tanpa belajar menulis, manusia tidak akan bisa merangkai kata menjadi kalimat yang baik dan benar.
            Oleh karena itu, maka sangat diharuskan sekali dan sangat dianjurkan kepada anak-anak dibawah usia dini bahkan hingga dewasa untuk terus dan terus belajar menulis, karena belajar menulis itu sangat penting. Dalam buku ini, Dr. Suwito N.S. menyebutkan bahwa “menulis juga sedekah”. Ya memang benar, karena pada dasarnya orang yang selalu belajar menulis dan terus memperbaiki tulisannya dengan teliti, maka ia akan menjadi seorang penulis yang handal  yang hebat. Apalagi ia sampai bisa menerbitkan karya tulisnya itu, bukan hanya akan berguna dan bermanfaat untuk dirinya sendiri, tetapi akan bermanfaat bagi orang lain atas karyanya itu, karena mereka akan membaca dan mengetahui apa isi pemikiran-pemikirannya dalam karya yang di ciptakannya. Disamping itu, tidak hanya mendapat keuntungan tetapi ia juga telah bersedekah ilmu kepada orang lain yang belum tahu, dengan cara menerbitkan dan mengedarkan karyanya.
            Aktivitas menulis yang sesungguhnya adalah mengabadikan pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang agar tidak terhapus dari ingatan. Kemampuan manusia dalam mengingat sangat terbatas sehingga perlu untuk mengabadikan pandangan-pandangan mengenai kehidupan melalui bahasa tulis. “Melalui menulis, pikiran-pikiran seseorang dapat disebarkan tanpa harus ada kehadiran” begitu kata Derrida. Ya, karena manusia itu tempatnya lupa dan salah, tapi tak selamanya juga manusia terus lupa dan salah. jadi agar sesuatu yang kita alami yang kita dapat dari pengalaman hidup tidak terlupakan dan hilang sia-sia, maka pikiran-pikiran apa yang kita punya dan kita alami yaitu dengan kita menulisnya, maka akan bisa tersimpan dan abadi. Ya, seperti yang tadi dijelaskan diatas, agar pikiran-pikiran yang kita miliki tidak hilang sia-sia maka kita harus menjadikannya suatu karya dalam bentuk apapun yang bisa kita terbitkan dan disebarkan ke dunia luas.
Selain pikiran-pikiran yang kita punya akan abadi juga kita bisa menjadi orang terkenal atas karya-karya yang telah dibuat. Dan bukan itu saja, dari hasil itu kita juga bisa mendapatkan keuntungan yang besar. Bahkan ada orang yang sengaja menjadikan kegiatan menulis sebagai mata pencaharian untuk membekali hidupnya. Yaitu seperti J.K. Rowling, Habiburrahman El Shirazi, dan Andrea Hirata. Itu sah-sah saja dan tidak ada salahnya karena menulis sebagai keterampilan sehingga layak pula ia dihargai dan patut diacungi jempol berkat bisa menulis dengan baik.
Berbicara tentang menulis memang mudah, tapi menulis itu sendiri tidak semudah membicarakannya. Apalagi ingin menjadi seorang penulis yang hebat yang karyanya di sukai banyak orang itu tidaklah mudah. Maka dari itu, kita harus tahu dan mengerti tentang bagaimana teknik menulis dengan baik yaitu dengan cara mempelajarinya.
Penulis menemukan kekurangan yang terdapat dalam penyajian bahasanya yang agaknya ada kata atau kalimat yang sulit untuk dipahami. Bagi pembaca, haruslah untuk lebih aktif dalam memahami kalimat yang mungkin sukar tuk dicerna langsung dan dipahami.
Dan kelebihan dari buku ini yaitu buku ini ditulis oleh para pakar-pakar (ahli pada bidangnya masing-masing, disamping juga mereka adalah para tutor di Sekolah Kepenulisan STAIN Press). Mereka-para penulis di dalam buku ini- telah mendalami dunia tulis-menulis secara spesifik dan mendalam, baik dari pakar sastra, pakar jurnalistik, pakar tulis ilmiah, hingga pakar menulis di internet. Maka itu, untuk para pembaca supaya jangan malas dalam belajar menulis agar bisa menjadi seperti mereka. Dan semoga pembaca bisa menyerap pengalaman-pengalaman mereka terkait dengan dunia tulis-menulis secara mendalam dengan berbagai makna yang menjalar sebagai pengetahuan. Selamat belajar !